Sarasammuccaya Sloka 63

Om Swastyastu

Arjavam canrcamsyam ca damaccendriyanigrahah, esa sadharano dharmaccaturpvarnya bravinmanuh Nyang ulah pasadharanam sang catur warna, arjawa, si duga-duga bener, anrcansya, tan nrcansya, nrcangsya ngaranya atmasukhapara, tan arimbawa ri laraning len, yawat mamuhara sukha ryawaknya, yatika nrcangsya gnaranya, gatining tan mangkana, anrcangsya ngaranika, dama, tumangguhana awaknya, indriyanigraha, humrta indriya, nahan tang prawrtti pat, pasadharanan sang caturwarna, ling bhatara manu.

Inilah prilaku keempat golongan masyarakat (catur warna = Brahmana: Berbakat dan berprofesi sebagai pandita/pengarah/pengajar/guru, Ksatria: Berbakat dan berfrofesi sebagai aparat pemerintah, Wesya: Berbakat dan Berprofesi sebagai penggerak ekonomi/bisnisman, Sudra:Mengandalkan kekuatan phisik untuk bekerja):

1. Arjawa= Jujur dan terus terang,

2. Anrsangsya = tidak nrsangsya= tidak mementingkan diri sendiri (selalu peduli pada mahluk lainnya).

3. Dama= Dapat menasehati Diri sendiri

4. Indriyanigraha = Mengekang hawa nafsu

Keempat prilaku inilah yang harus dibiasakan oleh setiap orang, apapun golongannya dalam masyarakat. Demikian sabda Bhatara Manu.

Saudaraku sekalian, dalam kehidupan ini kita hendaknya selalu membiasakan diri untuk mengimplementasikan keempat nilai luhur yang disabdakan Bhatara Manu. (Manusia Pertama).

Jujur dan berterusteranglah, karena kejujuran ini merupakan mata uang yang paling universal, dimanapun kita berada, setiap orang menyukai kejujuran. Kejujuran bisa membersihkan pikiran dari selimut kekotoran

Janganlah hanya mementingkan diri sendiri, hidup sebagai mahluk sosial homini socius, tidak bisa lepas dari bantuan dan pertolongan orang lain, mahluk lain dan lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya, janganlah lupa untuk selalu memperhatikan mereka, pedulilah sama mereka, bangunlah mutual relationship, hubungan mutualisme yang saling menguntungkan. Karena penghargaan, pekerjaan, hadiah, datang dari mahluk yang bernama manusia. Perteballah rasa kemanusiaan dengan selalu saling menolong dan menghargai dalam setiap langkah di dunia maya ini

Adakalanya kita hidup jauh dari keluarga, kerabat dan kawan-kawan atau guru-guru yang selama ini banyak membantu dalam setiap langkah menuju hidup yang lebih sejahtera, saat ini kemampuan menasehati diri sendiri di saat menemukan situasi sulit mutlak hukumnya, tak jarang kekuatan negatif dalam diri kita sering berusaha menarik kita ke jurang penderitaan, nasehatilah dirimu untuk tidak melakukannya, bila terlanjur telah melakukan, nasehatilah dirimu untuk tidak mengulanginya.

Hawa nafsu adalah bagian dari hidup manusia, dia tidak bisa kita pisahkan dari kehadiran manusia, namun dia bisa kita kendalikan, bisa kita kuasai dengan selalu rajin melatih diri dengan puasa, meditasi, melakukan yoga. Hawa nafsu adalah power yang kalo kita bisa memanfaatkannya akan memberikan kebahagiaan, sebagai contoh: nafsu makan itu perlu tapi jangan berlebihan, karena makan berlebih akan melahirkan Tamasika = kekuatan lembam/malas yang menguasai kita.

Demikian sarapati dari Sarasammuccaya, kurang lebihnya mohon maaf

Om Santi Santi Santi Om

Made Mariana

Abu Dhabi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *