Category Sarassammucaya

Penawar Kedukaan

Om Swastyastu Pikiran yang penuh dengan ilmu (kearifan budi), itulah alat yang anda pergunakan untuk melenyapkan kedukaan hati, Sebaliknya obat yang berempah-rempah; minyak, guliga, akar, dipergunakan mengobati sakitnya badan, lenyap karenanya; kearifan budi itu adalah disebut “Jnanabala” kekuatan ilmu pengetahuan,…

Sarasamuccaya Sloka 67

Kantakan kuupamagnin ca varjayanti sadaa naraah Tathaa nrsamsakarmaanam varjayanti nardhanam. Artinya: Inilah keburukannya nrsangsa (mementingkan diri sendiri) tidak disukai dalam masyarakat; orang yang papa hina sekalipun tidak menyukainya; sebagai orang menghindari duri, sumur kering, ataupun api, demikianlah orang yang sesungguhnya…

Sarasamuccaya Sloka 66

ānrçamsyam paro dharmah ksamā ca paramam balam, ātmajnānam param jnanam satyavratam param vratam Maka sifat yang disebut tidak mementingkan diri sendiri, itulah dharma yang utama, sifat tahan uji adalah kesaktian yang hebat, kepandaian Anda membawa diri, tidak melupakan sesame, apalagi…

Sarasammuccaya Sloka 65

Om Swastyastu Sarvam jihmama mrtyupadamarjavam brahmanah padam etavam jnanavisayah kin pralapah karisyate Artinya: Sebab selama ketidak jujuran menjadi dasar perbuatan, terang itu adalah maut, yang tidak akan mengakibatkan terlepas dari ikatan duniawi; akan tetapi, jika arjawa (ketulusan hati) dasar perbuatan…

Sarasammucaya Sloka 64

Ahimsa satyavacanam sarvabhutesu sarjavam ksama, caivapramadacca yasyaite sa sukham bhavet. Artinya: Ini yang benar-benar harus dikuasai; 1. Ahimsa = Tidak menyakiti atau tidak membunuh 2. Satya = Berkata benar 3. Tidak berniat jahat terhadap mahluk apapun, 4. Tahan uji 5.…

Sarasammuccaya Sloka 63

Om Swastyastu Arjavam canrcamsyam ca damaccendriyanigrahah, esa sadharano dharmaccaturpvarnya bravinmanuh Nyang ulah pasadharanam sang catur warna, arjawa, si duga-duga bener, anrcansya, tan nrcansya, nrcangsya ngaranya atmasukhapara, tan arimbawa ri laraning len, yawat mamuhara sukha ryawaknya, yatika nrcangsya gnaranya, gatining tan…

Sarasamuccaya Sloka 52 dan 53

Nihan kengeta, akweh mara samsam ring alas, mangkana ikang lwah ring alas nirmaladalem aho banunya, kunang suluhanta sang hyang nicakara, tatan padon karjananing wibhawa, sugyan kalaksepa. Artinya: Ini hendaknya diingat, bahnyaklah ada tumbuh-tumbuhan di dalam hutan yang daunnya boleh dimakan;…

Sarasamuccaya Sloka 51

Lawan ling mami, ika sang kewala tumungkulanang dharmaprawrtti, tatan panemwa upajiwananira, apa matangnya tar polih angasag, gangan, wwai, lwirning sulabha takwanani harakanira. Artinya: Dan lagi kataku, orang yang tekun melaksanakan dharma, tak mungkin tidak akan memperoleh penghidupan, mustahillah beliau tidak…

Sarasamuccaya 49/50

Karenanya inilah yang patut dilakukan; Adalah harta yang tidak dapat dirampas, tak dapat dicuri, yang mengikuti Anda waktu berpulang; harta kekayaan yang demikian keadaannya, itulah yang patut diusahakan memperolehnya..(sarasamuccaya 49) Biarpun orang sangat miskin dan hidup dari hasil meminta-minta, jika…

Sarasamuccaya Sloka 48

Om Swastyastu Lagi pula perbuatan orang yang bodoh, senantiasa tetap berlaku menyalahi dharma, setelah ia lepas dari neraka, menitislah ia menjadi binatang, seperti biri-biri, kerbau dan lain sebagainya. Bila kelahirannya kemudian meningkat, ia menitis menjadi orang hina, sengsara, diaombang-ambingkan kesedihan…