Mengoptimalisasikan potensi diri di era modernisasi 1

Om Swastyastu

Sering kali dalam benak saya muncul pertanyaan, bagaimana yah caranya meraih kebahagiaan di dunia maya ini kalau ditinjau dari sisi Agama Hindu.

Berbicara mengenai agama hindu, apasih sebenarnya tujuan hidup menurut agama hindu…? “Moksartham Jagadhita ya ca iti Dharma” . “Suka tan pa wali duka”. Kebahagiaan yang di dunia ini (Jagad hita) dan Kebahagiaan di dunia akhirat, terlepas dari reinkarnasi.

Namun bila kita belum bisa mencapai moksa, maka sang Atma/jiwatma singgah di Sorga (untuk mereka yang memiliki karma baik), singgah di neraka (untuk mereka yang memiliki karma buruk) selama hidup di dunia ini. Atma/Jiwatman yang singgah di sorga harus mengalami reinkarnasi menjadi mahluk yang sesuai dengan karmanya, tentunya menjadi lebih baik dari saat ini yang mendukung proses mencapai moksa. Bila singgah di neraka, sang Atma/Jiwatman lahir lagi menjadi mahluk yang dibawah saat ini sesuai dengan kadar karma buruknya.

Jadi untuk mencapai nirwana/moksa, maka kita harus mengalami jagad hita dulu, kebahagiaan di dunia ini. Bagaimana caranya….

Pikiran jahil saya melayang jauh, darimanakah saya harus mulai…? Menurut para sepuh segala sesuatu berawal dari dalam diri ini, baru kemudian ke luar diri. Lantas apasajakah yang ada dalam diri ini yang mempengaruhi kehidupan kita sebagai manusia…?

Mungkin kita harus merunut dari awal mula bagaimana terciptanya manusia. Komponen-komponen apakah dulu yang terbentuk dan bagaimana menanganinya…? Kenapa ini penting, karena dengan mengetahui asal mulanya maka kita akan tahu bagaimana fungsi dan kekuatannya, selanjutnya bisa memanfaatkannya dengan baik.

Saya buka kembali buku Agama Hindu yang disusun oleh Bapak I Ketut Bantas S.Ag, Universitas Terbuka terbitan Mei 2002. Proses terciptanya alam dan manusia itu dalam sloka-sloka Weda Nasadiya Sukta, juga dalam Bhagavadgita.

Process terciptanya manusia diawali dengan tidak ada apa-apa, yang ada hanya Nirgunam Brahma yang berwujud sepi, sunyi, gelap dan hampa. Kemudian Nirgunam Brahman mewujudkan dirinya menjadi Sagunam Brahman. Tuhan telah berwujud pemanunggalan antara Purusa (kejiwaan) dan Pradana (kebendaan). Penyatuan unsure kejiwaan dan unsure kebendaan yang kemudian menghasilkan Triguna, Satwam = terang menerangi, Rajas = Aktif dan dinamis, Tamas = Berat dan Gelap.

Kekuatan Satwam yang lebih besar dari Rajas dan Tamas lahirlah Mahat, dari Mahat muncul Buddhi yang merupakan benih kejiwaan tertinggi fungsinya menentukan keputusan. Selanjutnya dari Buddhi lahirlah Ahamkara yaitu asas kedirian (egoisme) fungsinya adalah untuk merasakan. Dari Ahamkara ini lahirlah kemudian Manas, akal atau pikiran yang berfungsi untuk berfikir.

Selanjutnya lahirlah Panca Tanmatra dan Panca Maha Butha yang kemudian menjadi badan wadag atau tubuh fisik ini. (Agama Hindu, Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, I Ketut Bantas S. Ag. Hal 1.12 – 1.13)

Kalo disimpulkan bahwa manusia memiliki 5 komponen utama yaitu

  1. Atman/Roh: yang menghidupi.
  2. Budhi/Kecerdasan untuk menentukan keputusan
  3. Ahamkara/Ego: Untuk merasakan dan bertindak
  4. Manah/Pikiran: Untuk berfikir
  5. Badan Wadag/Phisik: Untuk mengimplementasikan semua produk dari budhi, ahamkara dan manah

Apabila kita berkeinginan untuk mengoptimalisasikan potensi diri kita ditengah modernisasi maka kita harus bisa mengoptimalisasikan 5 komponen utama mahluk manusia di atas.

Apakah Optimalisasi potensi diri…?

Menurut hemat saya  Optimalisasi: suatu aktivitas untuk mencapai hasil yang paling baik dengan mempertimbangkan banyak hal (desa =tempat /kala=waktu /patra=kitab=sastra, materi, energi, dll)

Diri: Individu/sang diri yang terdiri dari berbagai potensi/komponen

Optimalisasi Diri mungkin bisa bermakna, bagaimana upaya kita untuk mengolah potensi diri yang ada untuk meraih hasil yang terbaik (sukses dalam hidup ini) dengan mempertimbangkan banyak hal seperti: Desa=Tempat, Kala=Waktu, Patra=Kitab=Sastra=Ilmu=Tradisi, energi, cost/materi dll.

Bagaimanakah caranya….?…bersambung..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *