Sarasamuccaya 49/50

Karenanya inilah yang patut dilakukan; Adalah harta yang tidak dapat dirampas, tak dapat dicuri, yang mengikuti Anda waktu berpulang; harta kekayaan yang demikian keadaannya, itulah yang patut diusahakan memperolehnya..(sarasamuccaya 49)gurukulam1

Biarpun orang sangat miskin dan hidup dari hasil meminta-minta, jika tetap yakin dan kuat melakukan dharma, anggaplah diri Anda kaya saja, sebab laksana dharma itulah merupakan harta kekayaan orang saleh, itulah yang patut dicari, itulah yang kukatakan harta kekayaan yang tidak dapat dicuri, tidak dapat dirampas…..(sarasamuccaya 50)

Dalam kehidupan ini, kita ibarat seorang pemburu, selalu berusaha berburu harta, kekayaan, emas permata, yang semuanya tidak bisa menemati kita berpulang ke alam sunia loka.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kenikmatan yang diberikan oleh harta kekayaan duniawi (emas permata, kemewahan hidup) sungguh sangat nikmat, dan memabukkan.

Tidak bisa dipungkiri pula bahwa harta dan kekayaan itu sangat kita butuhkan untuk menjalani kehidupan ini. Untuk berbuat dharma, melaksanakan dharma agama dan dharma negara. Namun semua harta itu bisa dicuri, dirampas dan tidak bisa menghantarkan kita ke sunia loka.

Maharsi Vararuci berpesan, selain kita mengumpulkan harta kekayaan duniawi yang juga bisa hilang, ada harta kekayaan yang bisa menemati kita di kehidupan ini (dimaya pada/ bumi) pun bisa menemani kita ke alam sunia.

Kesibukan mengumpulkan harta duniawi harus diimbangi dengan pengumpulan harta kekayaan yang bisa mengantar kita ke duni akhirat. Yaitu semua pikiran, perkataan dan perbuatan yang berdasarkan Dharma.

Beliau mengingatkan kita semua bahwa, Dharmalah yang pertama diusahakan baru kemudian Harta. Kembali ke Catur Purusha Artha, Empat tujuan hidup manusia yang menghantarkan manusia pada Jagad Hita (Kebahagiaan di dunia) dan Moksa (Kebahagiaan Abadi, tidak reinkarnasi lagi, lepas dari pengaruh duniawi, dualisme, suka/duka, baik/buruk, dll, Yaitu:

1. Dharma

2. Artha

3. Kama

4. Moksa

2 Comments

    • Om Swastyastu,

      Pelaksanaan Dharma mesti dimulai dari dalam diri sendiri, mulai dari pikiran…. perkataan… kemudian perbuatan. (Tri Kaya Parisuddha)

      Menjaga senantiasa keseimbangan dengan sistems di dalam diri, keseimbangan diri dan lingkungan, (Tri Hita Karana)…

      Santih…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *