Sarasamuccaya sloka 31-40

Sarasamuccaya sloka 32-40

SLOKA 31

Karena itu pergunakanlah sebaik-baiknya kemampuan anda sekarang selagi masih muda; hendaklah anda lekas-lekas melakukan pekerjaan yang bersandarkan dharma, sebab hidup ini tidak tetap, siapa gerangan akan tahu datangnya maut; siapa pula yang akan memberitahukan datangnya maut itu.

SLOKA 32

Karena kaum kerabat itu, hanya sampai temapat pembakaran (kuburan) batasnya mereka itu mengantarkan; adapun yang turut ikut menemani roh diakherat, adalah perbuatannya yang baik, ataupun yang buruk saja; oleh karena itu hendaknya diusahakan berbuat baik, yaitu teman yang menjadi pengantar ke akhirat kelak.

SLOKA 33

Telah menjadi hukum keluarga; pada waktu anda berpulang, tinggalah badan kasar anda yang tidak berguna, yang akhirnya pasti akan dibuang karena tidka ada bedanya dengan pecahan piring mangkok; itulah dihormati oleh kaum kerabat anda sejenak; pada akhirnya pergilah mereka membelakangi (meninggalkannya); oleh karenanya usahakanlah untuk melaksanakan dharma, teman anda untuk mencapai kebahagiaan dan kebebasan abadi.

SLOKA 34

Hanya dharma yang dikatakan merupakan kebenaran dan kewibawaan; hanya ketentraman perasaan hati merupakan ketahanan terhadap panas dan dingin, yang dapat dijadikan obat pelebur dosa dan pemusnahan kedukaan hati; sesungguhnya samyagjnana (kebenaran-kesadaran) patut dicamkan, ilmu pengetahuan dan keyakinan anda akan keadaan yang hakiki itu merupakan tujuan yang utama yang membahagiakan, sedangkan ahimsa; tidak membunuh-bunuh dan tidak kerasukan marah, itulah kebahagiaan nyata namanya.

SLOKA 35

Sesungguhnya hanya satu saja tujuan agama; ,mestinya tidak sangsi lagi orang tentang yang disebut kebenaran, yang dapat membawa ke sorga atau moksa, semua menuju kepadanya, akan tetapi masing-masing berbeda-beda caranya, disebabkan oleh kebingungan, sehingga yang tidak benar dibenarkan; ada yang menyangka, bahwa di dalam gua yang besarlah tempatnya kebenaran itu.

SLOKA 36

Karenanya, anaknda janganlah angkuh terhadap orang tua, melainkan hendaklah selalu bertanya dan meminta diberi ajaran oleh beliau, demikian hendaknya anaknda; sebab yang disebut dharma sama halnya dengan ular yang tidak dapat diketahui dengan pasti jalannya; dapat terjadi dari utara, dapat terjadi dari selatan datangnya ular itu.

SLOKA 37

Yang perlu dibicarakan sekarang Cruti yaitu Catur Weda dan Smrti yaitu Dharmacastra; Cruti dan Smrti kedua-keduanya harus diyakinkan, dituruti ajaran-ajarannya pada setiap usaha; jika telah demikian, maka sempurnalah kebaikan tindakan anda dalam bidang dharma.

SLOKA 38

Adapun Weda itu adalah asal catur Warna, dan yang mengatur lahir dan cara hidup masing-masing golongan; demikian pula dunia, catur asrama, empat tingkatan hidup yaitu brahmacari, grhastha, wanaprastha dan bhiksuka; selanjutnya apa yang telah terjadi, apa yang sedang berlangsung, maupun apa yang terjadi, semua berasal dari Weda.

SLOKA 39

Weda itu hendaklah dipelajari dengan sempurna dengan jalan mempelajari Itihasa dan Purana, sebab Weda itu merasa takut akan orang-orang yang sedikit pengetahuannya, sabdanya: ” Wahai tuan-tuan, janganlah tuan-tuan datang kepadaku” demikian konon sabdanya, karena takut.

SLOKA 40

Maka yang patut diingat adalah, segala apa yang diajarkan oleh Cruti, disebut Dharma; semua yang diajarkan Smerthi pun dharma pula namanya, demikian pula tingkah laku sang cista, disebut juga dharma, cista artinya orang yang berkata jujur yang setia pada kata-katanya, orang yang dapat dipercaya, orang yang menjadi tempat pensucian diri, orang yang memberikan ajaran-ajaran atau nasihat-nasihat; singkatnya ketiga-tiganya itu disebut dharma.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *