Tantri: Angsa Dengan Empas

ANGSA DENGAN EMPAS

Sang Sambada lalu meninggalkan anjing-anjing itu seraya berjalan mencari sang Nandaka. Kebetulan sang nandaka sudah selesai mandi membersihkan diri lalu pergi kebawah pohon kroya yang besar dan berdaun rindang.Di sanalah sang Nandaka tidur-tiduran diatas gundukan tanah, sambil memuja hyang. Tatkala itu datanglah sang Sambada menghadap dengan hormat. Sang Nandaka segera menyapa,”Siapa namamu,dan apa tujuanmu datang?” Ken Sambada berkata manis,” Ya tuanku sang pendeta suci,putra sang Surabi, yang amat berguna menjadi tunggangan Betara Siwa. Tuan sudah tersohor didunia menjalankan darma thu dengan isi ajaran kitab suci. Tuanku amat sayang dan mengasihi segala yang ada dalam kesengsaraan. Menjalankan dharma sesui dengan isi kitab suci. Adapun ujuan hamba datang,ingin tahu kesetian tuanku berteman dengan raja Singa.

Kenyataannya kebaikan dan kesetiaan tuanku berdua tk bisa hamba ceritakan akan keakrabannya. Hal ini tampak dari kedamaian dalam hutan ini,demikian juga dari ketenaran tuanku berdua,baik dalam kebajik dan kebijakan tuan berdua menjalankan pemerintahan. Demikian juga tidak ada kekurangan makanan dan minuman. Hamba mohon belas kasihan tuanku untuk menjadi hamba yang bodoh,murid tuanku,semoga hamba bisa mencapai kebahagian lahir batin.Iratu seorang yang suci dan bijak akan dapat menghilangkan kepapaan dan kenistaan. Kalau hamba umpamakan tuanku emas manik,walaupun ia berada dalam lumpur akan tetap dibilang emas manik,Demikian tuanku yang bijaksana walaupun tuanku bergaul dengan hamba yang nista ini ,akan tetap bijaksana juga. Tuanku bertujuan untuk melaksanakan dharma ,kebenaran demi tercapainya kebahagian dunia nyata maupun akhirat nantinya.Sangat berbeda dengan tujuan orang bodoh,hanya mementingkan kebahagian sekala/dunia nyata ini,dan lupa akan baik buruk yang akan datang,sebab di liputi oleh kemarahan /kebencian saja. Seperti Critanya sang Empas jatuh,yang disebabkan rasa benci dan marah,lupa dengan menggigit kayu,mendengar ejekan anjing. Benar sekali ucapan orang bijaksana,sudah banyak orang yang mendapat bencana karena tidak bisa mengekang rasa marah dan benci,malah bisa menyebabkan kematian. SDang Nandaka menyuruh sang Sang Sambada melanjutkan ceritranya. Sang Sambada lalu becrita sesuai dengan permintaan sang Nandaka.

Ada dua ekor empas yang hidup di dalam kolam yang airnya amat bening. Bunga tunjung berwarna-warni sedang mekar menghiasi kolam Kumudawati itu.Empas laki bernama Durbhudi dan yang perempuan bernama Nikecapa. Berdua selalu bergirang berenang mencari makanan dalam kolam yang indah itu.Selain itu ada dua ekor angsa yang selalu juga bermain dan mencari makanan dipinggir kolam itu. Angsa yang laki bernama Cakrengga dan yang perempuan Cakrenggi. Keduanya selalu bersenang di kolam itu menikmati keindahan kolam yang indah penuh dengan makanan. Angsa dan Empas itu sudah akrab satu sama lainnya,karena dari dulu sudah berada dalam kolam itu. Sudah lama binatang itu menikmati keindahan dan mencari makan disana, Datanglah musin lering.Hujan sudah tak pernah turun,mengakibatkan air kolam itu semakin surut.

Angsa berpikir tak lama lagi air kolam itu akan kering. Dengan perasaan sedih ia berkata pada Empas,”Kamu Empas berdua,maafkan saya, karena saya mau meninggalkan kamu disini. Saya akan kembali keatas gunung Imawan. Di sana ada kolam yang dalam dan luas,airnya jernih bernama kolam bernama Manasara Kolam itu tidak bisa kering walaupn pada musim kering seperti ini. Itulah yang akan aku tuju,karena hidupku tergantung dari air.Janganlah bersedih, semoga ada umur panjang kita bisa berjumpa lagi.” Si Durbudi menangis seraya berkata,” Temanku Angsa yang baik hati,tegakah tuan meninggalkan kami berdua disini?,hanya mementingkan diri sendiri. Tuan tidak memperhatikan kesedihan orang lain seperti kami ini. Kami juga hidup dan mencari makan diair,itulah sebabnya sudilah tuan turut mengajak kami. Semoga kami bisa selamat berkat teman yang budiman. Sang Angsa berkata,”Saya mempunyai akal baik, di tengah-tengah kayu ini kamu gigit berdua,kami akan menggigit ujung-ujungnya bersama istri saya. Saya akan bawa kamu ketempat yang jauh. Apa yang kamu lihat dan apa yang kamu dengar dalam perjalannan, kamu harus diam,tak boleh bebicara. Kamu tidak boleh menolak perintah saya. Kalau kamu melanggar kamu tak akan luput dari kematian.” Hati sang Empas suka-cita mendengar kata-kata sang Angsa.Setelah siap mereka mulai terbang,semakin lama semakin tinggi menuju kolam Manasara. Sudah jauh ia terbang samapilah ia di suatu daerah bernama Wilajanggala,tegal yang luas .

Di sana ada anjing laki perempuan,berbaring dibawah pohon Janggar Ulam.yang laki bernama I angsang dan yang perempuan bernama ni Wangsing. Sudah dari tadi pagi ia mencari makanan,tapi tidak dapat sedikitpun.Perutnya lapar ,tak makan minum setetespun. Sa,apai payah ia bejalan kesana kemari.Ia lalu memutuskan untuk berteduh sambil menyusui anaknya. Baru ia melihat keatas ni Wangsing tercengang melihat dua Ansa menerbangkan benda yang aneh. Ni Wangsing lalu berkata pada lakinya,” Kak Angsang coba lihat ke atas ada dua ekor angsa menerbangkan empas,menuju kemana ia itu?” “Ah itu bukan empas. Itu adalah kotoran sapi yang busuk,yang penuh dengan ulat. Itu oleh-oleh untuk makanan anaknya.” Begitu kata si Angsang.

Sang Empas amat marah mendengar kata-kata si Angsang,karena ia dikatakan kotoran sapi busuk.Mulutnya gemetaran terbuka,lalu jatuh ketanah.Itulah hasil orang yang tak mau mengikuti petuah kebenaran,dan yang selalu diliputi oleh rasa marah dan kedengkian. Si Angsang dan ni Wangsing amat girang, demikian juga anak-anaknya. Hatinya senang karena ejekannya berhasil.Sekeluarga anjing itu makan bangkai Empas dengan lahap. Demikianlah Ratu pendeta Nandaka,orang yng tidak mau mengikuti kata-kata teman dan selalu diselimuti rasa amarah dan kedengkian, akan mendapat kecelakaan malah bisa kematian. Seperti halnya persahabatan i Titih dengan i Tuma yang mengakibatkan kematiannya. Saya berharap persabatan tuanku dengan Sang Singa yang berhati busuk tidak demikian. Sang Nandaka berkata,” Nah Coba kamu ceritakan bagaimana persahabatan Tuma dan sang Titih,supaya saya jelas tahu.!”

(Bersambung ke “Sang Titih dan Sang Tuma”)

2 Comments

  1. Dear,
    Bli Made…Angel senang banget bisa nemu blog ini lewat forum Fekon-nya UT…Happy banget dech pokoknya šŸ™‚
    apalagi cerita2 Tantri yang disajikan juga oke2..kebetulan saya suka baca cerita2 yg model kayak ginian šŸ˜€
    karena itu,setiap cerita saya copy ke word lalu ubah format ke txt biar bisa baca di HP šŸ™‚ tp sayang ceritanya cuma pendek2 šŸ™
    tp gpp dech…biar pendek2 yang penting continues…saya akan setia menanti cerita2 dari Bli Made selanjutnya šŸ˜€

    BTW..Tantri itu artinya apa sich???

    Oh ya…tak lupa Angel ucapkan terima kasih yach atas kiriman ringkasan untuk Pengantar Akuntansi & Ekonomi Pembangunan I nya šŸ˜€

  2. Terima kasih Angel telah mampir di blog kami

    Saya hanya berusaha untuk mengangkat kembali, cerita-cerita rakyat yang tidak kalah nilai edukasi dengan cerita-cerita dari barat yang kian hari kian deras menyerbu wilayah negara kita.

    Semoga cerita-cerita ini bisa menghibur dan menjadikan pelajaran bagi adik-adik kita.

    Tantri adalah nama seorang putri yang cerdas, cantik, berwawasan luas putri patih yang merupakan kembang di kerajaannya

    Sama-sama Angel, semoga angel cepet lulus

    Salam sukses selalu

    Made M.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *