Di desa Bedahulu wilayah kabupaten Tabanan, Bali pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri. Mereka kaya, hanya saja mereka belum mempunyai anak. Bagi penduduk Bali pada masa itu, manusia yang belum mempunyai keturunan adalah manusia yang siasia hidupnya.

Suatu hari mereka pergi ke Pura Desa. Mereka memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberi keturunan. Waktu pun berlalu. Sang istri mulai mengandung. Betapa bahagianya mereka. Beberapa bulan kemudian, lahirlah seorang bayi laki-laki.

Bayi tersebut hendak disusui oleh ibunya, namun jarinya terus menunjuk ke arah sebuah nasi kukus. Bahwa nantinya anak ini akan menjadi tokoh besar, sudah nampak tanda- tandanya sejak dini.

Bayi itu menangis merengek seolah meminta sesuatu. Sang Ibu kasian mendengar rengekan sang bayi , Ibu kemudian mengambil nasi kukus tersebut dan mencoba untuk memberikannya pada bayi. Ibu bergumam dalam hatinya : Apakah anak ini ingin merasakan nasi kukusan ini? Umurnya belum cukup untuk makan nasi?”

Tak dinyana ternyata bayi tersebut memakan nasi kukus tersebut dengan lahapnya. Ibu bayi tersebut menampakkan keterkejutan yang sangat. Ketika baru lahir, anak tersebut sudah bisa untuk memakan nasi… Ibu:” Astaga, Kau telah berikan anak yang luar biasa, ya Hyang Widi…

Ternyata yang lahir bukanlah bayi biasa. Ketika masih bayi pun ia sudah bisa makan makanan orang dewasa. Setiap hari anak itu makin banyak dan makin banyak.

Anak itu tumbuh menjadi orang dewasa yang tinggi besar. Karena itu ia dipanggil dengan nama Kebo Iwa, yang artinya paman kerbau.

Kebo Iwa makan dan makan terus dengan rakus. Lama-lama habislah harta orang tuanya untuk memenuhi selera makannya. Mereka pun tak lagi sanggup memberi makan anaknya.

Dengan berat hati mereka meminta bantuan desa. Sejak itulah segala kebutuhan makan Kebo Iwa ditanggung desa. Penduduk desa kemudian membangun rumah yang sangat besar untuk Kebo Iwa. Mereka pun memasak makanan yang sangat banyak untuknya. Tapi lama-lama penduduk merasa tidak sanggup untuk menyediakan makanan. Kemudian mereka meminta Kebo Iwa untuk memasak sendiri. Mereka cuma menyediakan bahan mentahnya. Bahan-bahan pangan tersebut diolah oleh Kebo Iwa di Pantai Payan, yang bersebelahan dengan Pantai Soka.

Danau Beratan merupakan tempat dimana , Kebo Iwa biasanya membersihkan, walaupun jaraknya cukup jauh namun dengan tubuh besarnya jarak tidak menjadi masalah baginya, dia bisa mencapai setiap tempat yang diinginkannya di wilayah Bali dengan waktu singkat.

Kebo Iwa memang serba besar. Jangkauan kakinya sangat lebar, sehingga ia dapat bepergian dengan cepat. Kalau ia ingin minum, Kebo Iwa tinggal menusukkan telunjuknya ke tanah. Sehingga terjadilah sumur kecil yang mengeluarkan air.

Walaupun terlahir dengan tubuh besar, namun Kebo Iwa adalah seorang pemuda dengan hati yang lurus. Suatu ketika dalam perjalanannya pulang dariDanau beratan, Tampak segerombolan orang dewasa yang tidak berhati lurus, Dari kejauhan para warga desa merasa sangat cemas. Tampak seorang dari mereka tersita perhatiannya pada seorang gadis cantik. Laki-laki itu menggoda gadis ini dengan kasar, gadis ini menjadi takut dan enggan berbicara. Laki-laki itu semakin bernafsu dan tangan-tangannya mulai melakukan tindakan yang tidak senonoh.

Tiba-tiba Kebo Iwa muncul di belakang gerombolan tersebut, mencengkeram tangan salah seorang dari mereka, nampak kegeraman terpancar dari wajahnya, laki-laki itu menjerit kesakitan, gerombolan itu sangat terkejut melihat Kebo Iwa yang begitu besar, ketakutan nampak dari raut muka gerombolan tersebut. Gerombolan tersebut lari tunggang langgang.

Demikianlah Kebo Iwa membalas jasa baik para warga desanya dengan menjaga keamanan di mana dia tinggal. Tubuh yang besar sebagai karunia dari Sang Hyang Widi dimanfaatkan dengan sangat baik dan benar oleh Kebo Iwa.

Pada abad 11 Masehi, sebuah karya pahat yang sangat megah dan indah dibuat di dinding Gunung Kawi, Tampaksiring. Kebo Iwa yang memahat dinding gunung dengan indahnya, hanya dengan menggunakan kuku dari jari tangannya saja. Karya pahat tersebut dibuat hanya dalam waktu semalam suntuk, menggunakan kuku dari jari tangan Kebo Iwa.

Pahatan tersebut diperuntukkan memberikan penghormatan kepada Raja Udayana, Raja Anak Wungsu ,Permaisuri dan perdana menteri raja yang disemayamkan disana. Raja Anak Wungsu adalah raja yang berhasil mempersatukan Bali.

Salah satu hal yang paling istimewa dari Kebo Iwa adalah kemampuannya untuk membuat sumur mata air. Kebo Iwa dengan segenap kekuatan menusukkan jari tangannya ke dalam tanah. Dengan kekuatan jari tangannya yang dahsyat, dia mampu mengadakan sebuah sumur mata air, hanya dengan menusukkan jari telunjuknya ke dalam tanah.

Beragam kemampuan yang luar biasa tersebut, menyebabkan timbulnya daya tarik tersendiri dari pribadi seorang Kebo Iwa. Dan kekuatan luar biasa itu, menyebabkan seorang raja yang berkuasa keturunan terakhir
dari Dinasti Warma Dewa, bernama Sri Astasura Bumi Banten… menginginkan Kebo Iwa untuk menjadi salah satu patihnya di wilayah Blahbatuh…Yang juga dikenal dengan sebutan Raja Bedahulu. (‘Beda’ diartikan sebagai kekuatan yang berbeda). Kebo Iwa diangkat menjadi Patih kerajaan dan saat itu dia mengucapkan Janji bahwa selama Kebo Iwa masih bernafas Bali tidak akan pernah dikuasi.

Dengan dukungan dari patih Kebo Iwa yang luar biasa kuat, Sri Astasura Bumi Banten menyatakan bahwa kerajaannya tidak akan mau ditundukkan oleh Kerajaan Majapahit yang berkehendak untuk menaklukkan kerajaan di Bali.

Adapun kerajaan Majapahit waktu itu dipimpin oleh Raja Tri Bhuwana Tungga Dewi, dengan patihnya yang paling terkenal dengan terkenal dengan Sumpah Palapanya (sumpah untuk tidak menikmati kenikmatan dunia bila seluruh wilayah nusantara belum dipersatukan di bawah panji Majapahit) yang bernama Gajah Mada.

Karena kehebatannya, Kebo Iwa dapat menahan serbuan pasukan Majapahit yang hendak menaklukkan Bali. Semua kapal-kapal perang Majapahit ditenggelamkan selagi berada di Selat Bali.

Maha Patih Majapahit pun mengatur siasat. Dalam siasat yang diatur, Gajah Mada memberikan pujian kepada Baginda Sri Astasura Bumi Banten dan Patih Kebo Iwa tanpa menimbulkan kecurigaan. Lantas, Raja Majapahit membujuk Patih kebo Iwa untuk melakukan perjalanan ke Majapahit guna menikahi wanita terhormat nan jelita pilihan raja yang berasal dari Lemah Tulis.

Menanggapi tawaran dari Majapahit, Patih Kebo Iwa yang setia terhadap rajanya, memohon petunjuk dan persetujuan dari baginda Sri Astasura Bumi Banten. Sang Raja menyetujuinya tanpa rasa curiga.Sebelum pergi ke Majapahit, Patih Kebo Iwa terlebih dahulu melakukan upacara keagamaan di Pura Uluwatu, untuk meminta kekuatan dari Sang Hyang Rudra. Dan Sang Hyang Rudra memenuhi permintaan Kebo Iwa, mengakibatkan meningkatnya kekuatan dan kesaktian menjadi sangat luar biasa.

Kedatangan Patih Kebo Iwa ke tanah Majapahit menyebabkan para tentara, baik yang belum pernah melihatnya maupun yang pernah takluk atas kekuatannya, menjadi terperangah, kagum, bercampur rasa ngeri dan waspada, Tentara Majapahit, menampakkan ekspresi terkejut dan cemas. Arah pandang mereka terpusat ke satu tujuan yang sama. Beberapa diantara mereka nampak sedang berbisik pelan dengan teman yang berada di sebelahnya; “Lihatlah ukuran tubuhnya! Luar biasa ! Mengerikan !”.

Patih Gajah Mada menyambut kedatangan Patih Kebo Iwa: “Salam, Patih yang tangguh ! Selamat datang di Kerajaan Majapahit” Patih Kebo Iwa yang menimpali salam dari Patih Gajah Mada. Kebo Iwa : “Terima Kasih Patih, kiranya anda bersedia untuk langsung menjelaskan maksud dari Baginda Tri Bhuwana Tungga Dewi yang meminta saya untuk datang ke Majapahit.

Gajah Mada : “Seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, Patih kebo Iwa, baginda Raja mengharapkan kedatangan patih guna menjalin suatu tali persahabatan dengan Kerajaan Bedahulu di Bali dan juga berharap agar patih bersedia menemui wanita terhormat pilihan baginda yang dirasa pantas untuk mendampingi seorang patih yang tangguh seperti anda”.

Gajah Mada menarik nafas panjang kemudian melanjutkan kata-katanya: “Akan tetapi sebelumnya, akan sangat berati apabila Patih kerajaan. Kebo Iwa berkenan membuat sumur air di sana yang nantinya akan dipersembahkan untuk wanita calon pendamping anda. Lebih lagi, sumur itu nantinya juga akan dimanfaatkan oleh rakyat kerajaan Majapahit yang saat ini sedang kekurangan air. Kiranya patih berkenan mengabulkan permohonan ini.

Patih Kebo Iwa memiliki jiwa besar dan lurus hatinya, akhirnya diapun meluluskan permintaan tersebut.Nampak Patih Kebo Iwa yang sedang mempertimbangkan permintaan tersebut. Kemudian memutuskan untuk memenuhi permintaan tersebut. Kebo Iwa (berpikir sejenak) kemudian dia berkata: “Baiklah, biarlah kekuatanku ini kupergunakan untuk sesuatu yang menghadirkan berkat bagi orang banyak”.

Tanpa banyak cakap lagi, Patih Kebo Iwa segera melakukan aktivitasnya untuk menciptakan sebuah sumur air. Sebelum memulai pekerjaannya, tidak lupa Patih Kebo Iwa meminta pedoman dari Sang Hyang Widi. Kebo Iwa : (dalam hati) Ya yang Kuasa, segala yang akan saya lakukan semoga menggambarkan kebesaran namaMu.Kebo Iwa mulai menggali sumur di tempat yang telah ditunjuk.

Dalam waktu yang cukup singkat, sumur telah tergali cukup dalam. Namun belum ada mata air yang keluar. Di atas lubang sumur yang digali oleh Patih Kebo Iwa, para prajurit Majapahit terlihat berkerumun, nampak mereka memusatkan pehatian pada Patih Gajah Mada. Seakan mereka menantikan sesuatu perintah…Tiba-tiba Gajah Mada berteriak: “Timbun dia dengan batu………!!!!” Seketika itu juga, para prajurit menimbun kembali lubang sumur yang sedang dibuat, dengan Patih Kebo Iwa berada di dalamnya.

Para prajurit menimbun lubang sumur dengan batu hasil galian itu sendiri, nampak Kebo Iwa sangat terkejut dan berusaha menahan jatuhnya batu. Dalam waktu yang singkat, lubang sumur itupun tertutup rapat. Mengubur
seorang pahlawan besar didalamnya. Patih Gajah Mada yang berbicara kepada para parjuritnya.Gajah Mada : “Sungguh amat disayangkan seorang pahlawan besar seperti dia harus mengalami ini. Namun, hal ini terpaksa harus dilakukan, agar nusantara ini dapat dipersatukan. Dengan ini kerajaan Bali akan menjadi bagian dari Majapahit”.

Tiba-tiba timbunan batu melesat ke segala penjuru, menghantam prajurit Majapahit. Terdengar teriakan membahana dari dalam sumur. Kebo Iwa : (berteriak) “Belum ! Bali masih tetap merdeka, karena nafasku masih berhembus !!. Batu-batu yang ditimbunkan melesat kembali keangkasa dibarengi dengan teriakan prajurit Majapahit yang terhempas batu. Dari dalam sumur, keluarlah Patih Kebo Iwa, yang ternyata masih terlalu kuat untuk dikalahkan.

Patih Gajah Mada terkejut, menyaksikan Patih Kebo Iwa yang masih perkasa, dan beranjak keluar dari lubang sumur. Kebo Iwa : “Dan pembalasan adalah apa yang kutuntut dari sebuah pengkhianatan !” Patih Kebo Iwa menyerang Patih Gajah Mada kemarahan dan dendam mewarnai pertempuran. Akibat amarah dan dendam yang dirasakan oleh Patih Kebo Iwa, pertempuran berlangsung sengit selama beberapa waktu.

Disela-sela saling serang Gajah Mada berteriak:”Untuk memersatukan dan memperkuat nusantara, segenap kerajaan hendaklah dipersatukan terlebih dahulu. Dan kau berdiri di garis yang salah sebagai seorang penghalang !”.

Kesaktian Patih Kebo Iwa, sungguh menyulitkan usaha Patih Gajah Mada untuk menundukkannya. Pertempuran antara keduanya masih berlangsung hebat, namun amarah dan dendam Patih Kebo Iwa mulai menyurut…Dan rupanya Patih Kebo Iwa tengah bertempur seraya berpikir … Dan apa yang tengah dipikirkan
olehnya, membuat dia harus membuat keputusan yang sulit… Kebo Iwa : (dalam hati) Kerajaan Bali pada akhirnya akan dapat ditaklukkan oleh usaha yang kuat dari orang ini, keinginannya untuk mempersatukan nusantara agar menjadi kuat kiranya dapat aku mengerti kini.

Namun apabila, aku menyetujui niatnya dan ragaku masih hidup, apa yang akan aku katakan nantinya pada Baginda Raja sebagai sangkalan atas sebuah prasangka pengkhianatan ? Masih dalam keadaan bertempur, secara sengaja Patih Kebo Iwa melontarkan pernyataan yang intinya mengenai hal untuk mengalahkan kesaktiannya.

Kebo Iwa : “Wahai Patih Gajah Mada ! Cita-citamu untuk membuat nusantara menjadi satu dan kuat kiranya dapat aku mengerti, namun selama ragaku tetap hidup sebagai abdi rajaku, aku akan menjadi penghalangmu. Maka, taklukkan aku, hilangkan kesaktianku dengan menyiramkan bubuk kapur ke tubuhku.

Pernyataan Patih Kebo Iwa rupanya membuat terkesiap Patih Gajah Mada. Patih Gajah Mada menunjukkan reaksi keheranan yang amat sangat atas perkataan Patih Kebo Iwa.

Gajah Mada yang mengerti atas keinginan Kebo Iwa, nampak menghantamkan jurusnya ke batu kapur, batu itupun luluh lantakmenjadi serpihan bubuk.

Patih Gajah Mada menyapukan bubuk tersebut ke arah Patih Kebo Iwa dengan ilmunya, bubuk kapur menyelimuti tubuh sang patih Nampak Patih Kebo Iwa, sesak napasnya oleh karena bubuk kapur tersebut.

Kiranya bubuk kapur tersebut membuat olah pernapasan Patih Kebo Iwa menjadi terganggu, hal tersebut mengakibatkan kesaktian tubuh Patih Kebo Iwa menjadi lenyap.Patih Gajah Mada melesat ke arah Patih Kebo Iwa,menusukkan kerisnya ke tubuh Kebo Iwa.

Dan sebelum kepergiannya, dengan sisa tenaga yang ada Patih Kebo Iwa mengutarakan apa yang ingin dikatakan untuk terakhir kali. Patih Kebo Iwa : “Kiranya kematianku tidak sia-sia adanya…biarlah nusantara yang kuat bersatu hasil yang pantas atas harga hidupku”.

Patih Gajah Mada dengan raut muka sedih, memberikan jawaban atas perkataan Patih Kebo Iwa. Gajah Mada : “Kepergianmu sebagai tokoh besar akan terkenang dalam sejarah… Sejarah suatu nusantara yang satu dan kuat”.

Tak lama setelah mendengar pernyataan tersebut, napas terakhirpun pergilah sudah, meninggalkan raga seorang patih tertangguh dalam sejarah Bali… dan pertiwi pun meredup melepas kepergian salah satu putra terbaiknya.

Dengan meninggalnya Kebo Iwa, Bali pun dapat ditaklukkan Majapahit. Berakhirlah riwayat orang besar yang berjasa pada Pulau Bali.

Pelajaran yang bisa diambil:

  1. “Kita harus selalu waspada dengan kebaikan yang ditawarkan pihak musuh, kejujuran dan kepolosan itu sungguh utama namun kitar harus menempatkannya pada posisi yang benar”
  2. Dalam politik dan kekuasaan hal-hal tipu muslihat, dan hal-hal kotor dari jaman dahulu hingga kini tidak bisa dielakkan, selalu ada dan hadir dalam sistem politik untuk meraih kemenangan
  3. Kekuatan yang besar yang dianugrahkan Tuhan kepada kita mestinya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk menyakiti mahluk lain.

23 Comments

  1. Om Swastyastu … Bli Made di Singaraja … apakah seluruh isi cerita ini ada sumbernya dan dapat dipercaya? kalau boleh, saya diberitahu sumbernya.
    Suksme

    Nyoman Ariawan Atmaja, Jakarta
    Asli: Desa Lokapaksa, Seririt, Buleleng

  2. Om Swastyastu,

    Nyoman Ariawan,

    Apakah isi cerita ini dapat dipercaya? saya kurang tahu karena saya tidak mengalami peristiwa itu (itu telah terjadi di masa silam), namun dari cerita-cerita para leluhur dan orang-orang yang memiliki perhatian pada kisah ini. Ceritanya sama, untuk memudahkan mengerti cara penyampaiannya yang agak berbeda.

    Sumbernya:
    http://www.babadbali.com/seni/drama/st-kebo-iwa.htm
    http://www.geocities.com/kesumawijaya/ceritarakyat/bali1.html
    http://www.pdf-search-engine.com/cerita-rakyat-pdf.html
    Cerita-cerita dari para sesepuh di Bali

    Om Shanti shanti Shanti Om

  3. Bukti Prasasti:

    Statementnya ini ditulis dalam sebuah Prasasti yang ada di Pulau Menjangan sebelah utara Gilimanuk ( Dalam Pura Gajah mada & Kebo Iwa ) yang Berbunyi :
    Wahai Ki Patih Gajahmada, kupersembahkan Pulau Bali ini kepadamu dengan utuh, demi sebuah cita citamu yang luhur “MEMPERSATUKAN NUSANTARA” Namun apabila Pulau bali diperlakukakan secara tidak adil, Majapahit harus bertanggung jawab, aku akan berontak dan menenggelamkan Majapahit sesuai dengan lumpur kapur sirih yang merupakan bubuk yang akan kau siramkan dalam tubuhku, karena disitulah letak kelemahanku, sekarang aku mengalah demi cita citamu yang luhur.

  4. coba wahai masyarakat Nusantara yang terhormat. kita renungkan sejenak isi prasasti yang ada di Pura Gajah Mada & Kebo Iwa. kapur adalah sesuatu yang dipaki dalam upakara masyarakat Hindu Bali, yang mana kapur merupakan “panas”. Disana Kebo Iwa menyatakan apabila Kerajaan Majapahit berlaku tidak adil kepada Bali( tempat mayoritas yang memepertahankan Agama Hindu ) maka disanalah kekuatan Kebo Iwa akan hadir kembali menuntut pertanggung jawaban dengan menenggelamkan Majapahit sesuai dengan lumpur kapur sirih (panas). jika kita renungkan indonesia sekarang sedang mengalami semburan lumpur lapindo ( lumpur panas ).yang mana semburan itu muncul di daerah sidoarjo( bekas kota besar kerajaan Majapahit ). nah…maka dalam hati saya bertanya. Apakah pernyataan Kebo Iwa memang sudah dibuktikan sekarang? Apakah Nusantara Majapahit yang sekarang bernama Republik Indonesia sudah tidak adil lagi pada BALI/HINDU ( karena Ajeg Bali berarti Ajeg Hindu begitu pula sebaliknya )? mari kita merenung bersama…

  5. Om Swastiastu….
    Bisa gak minta tolong cerita kebo iwa sama patih gajah mada waktu lagi perang di blahbatuh? Kan karang tempatnya itu jadi pura puseh blahbatuh.

  6. Om swastiastu, saya sangat tertarik dengan histori Kebo Iwa, dan saya sempet tangkil ke pulau menjangan disana terdapat pura kebo ireng (munkin kebo iwa)
    tidak sedikit orang bali yang melupakan tokoh Kebo Iwa, lebih mengagungkan tokoh Gajah Mada, Bagi saya Tokoh Kebo Iwa adalah sosok yg tangguh dan setia akan tanah kelahirannya, dapat diketahui kemampuannya menghalau pasukan Gajah Mada. semoga ada yg dapat menggali lebih dalam tentang kebo iwa. Astungkara.

  7. titiang percaya tekening keberadan beliau bahwa saat ini nusantara diambang gumi kali suatu saatnya nanti bumi ini akan kembali damai seperti sediakala suksma

  8. saya yakin suatu saat akan ada tokoh yang lahir seperti itu
    ini harus menjadi cermin masyarakat Bali harus memiliki dan menteladani jiwa seperti MAHA PATIH KEBO IWA

  9. niki wenten keliruan asal patih kebo iwa sebenarnya dari desa blahbatuh, kecamatn blahbatuh, kabupaten gianyar.
    saya sangat mengagumi beliau dan apa yang dikatakan beliau memang akan terjadi. sudah ada buktinya………….
    perlu diketahui orang2 perempuan banyuwangi yang datang ke bali kebanyakan jadi pelacur karena kutukan beliau. dan laki2nya kebanyakan jadi tukang gali juga karena beliau. berbanggalah kita punya orang seperti beliau. ingat hindu akan bangkit lagi

  10. klo lumpur lapindo ga ada hubunganya dengan sumpah..
    tetapi itulah kebesaran tuhan ga tau apa yg tuhan rencanakan..
    ga ada hubunganya antara gajah mada dan kebo iwa…mereka ciptaan tuhan..

  11. mari berbagi kisah tentang Patih Kebo Iwa, seorang Patih yang sangat terkenal, semoga infomasi ini bisa menambah wawasan kita………..

    Kisah Kecil Kebo Iwa

    berikut di ambil petikan dari parampara perguruan seruling Dewata, ketika Ki Soma Kepakisan yang datang dari Jawa Dwipa datang ke Bali dengan maksud untuk bertemu dengan Gurunya Ki Hanuraga ( Sesepuh Generasi III , Paiketan Paguron Sulinng Dewata ), berikut seperti di ceritakan…………………….

    Bertemu dengan Sang Guru , Soma Kepakisan……………
    Karena ketidak tahuan dimana letak Gunung Watukaru Secara tepat ataukah ini merupakan sebuah takdir Hyang Widhi,ternyata perjalanan Soma Kepakisan kebablasan melewati,Gunung Watukaru,sampai jauh kebagian timur Bali Dwipa.Disuatu tempat ia bertemu seorang Anak berbadan tinggi besar dan bertenaga Raksasa, luarbiasa kuatnya. Anak ini bernama Kebo Yuwa ( Kebo Iwa),ia sangat disegani Oleh temannya baik anak kecil maupun dewasa Karena ia memiliki tenaga sangat kuat,disamping bertubuh tinggi besar. Dengan kelebihannya,ia sering dan terbiasa memaksakan Kehendak pada orang lain,tapi ia berjiwa Ksatria,jujur,taat pada ucapan. Tidak mau ingkar janji. Soma Kepakisan Melihat Kebo Iwa ini memiliki Bakat luar biasa dalam belajar ilmu olah kanuragan, Kadigjayaan.akhirnya Soma Kepakisan mendekatinya dan ingin mengangkatnya sebagai murid.Namun Kebo Iwa rupanya sombong dan angkuh,ia merasa sudah sangat kuat dan tidakmau Berguru kepada siapapun Soma Kepakisan Akhirnya berpikir,harus menundukkannya Dengan menunjukkan sedikit kehebatan dihadapan kebo Iwa. Pertama Kebo Iwa,sudah biasa menang taruhan tarik tambang meski satu lawan sepuluh dengan temannya.Dan Soma kepakisan Mampu mengalahkannya dengan mudah,yaitu dengan Menyalurkan hawa panas ditali menyebabkan Kebo Iwa tidak kuat menahan Panas dan melepas tali yang dipegangnya Kebo Iwa punya Ayam Jago yang tak pernah kalah Dalam adu ayam,kalau mampu mengalahkan ayamnya Dalam adu ayam ia mau berguru,Soma Kepakisan dapat mengalahkan dengan ayam biasa,tentu saja dengan sedikit kecurangan Melukai ayam Kebo Iwa dengan sentilan jari Sakti sehingga ayam Kebo Iwa Tiba-tiba roboh dan kalah.
    Akhirnya Kebo Iwa Menjadi murid Soma Kepakisan, Diajarkan seluruh ilmu yang dimilikinya Mulai dari tingkat dasar sampai tingkat tertinggi.Ilmu keistimewaan Yang disenangi kebo Iwa adalah “ Ajian Belah Batuh” suatu Ilmu untuk memecah benda keras.dan ilmu ini Dilatih dengan lebih tekun dari Ilmu lainnya. Setelah menurunkan Semua ilmunya,akhirnya Soma Kepakisan Memerintahkan agar Kebo Iwa yang sudah mampu Memecahkan batu sungai dengan sekali pukul.Agar ia memecahkan semua Batu yang ada disungai tempat ia berlatih,selanjutnya ia harus Membangun sebuah Pura dari batu yang ia pecahkan Sebagai ujian akhir.dan agar menamakan pura Yang dibangunnya dengan nama Pura Belah Batuh. Dipagi yang cerah.

    Bertemu dengan Kakek Guru , Ki Hanuraga ……….
    Soma Kepakisan sedang duduk bermeditasi Disebuah batu besar yang ada di suangai,sementara Kebo Iwa,sedang asik memecah batu dengan ajian Belah batuhnya,tiba-tiba Ada bayangan kuning berkelebat,tahu-tahu dihadapan Soma Kepakisan berdiri sesosok tubuh Yang tiada lain Eyang Wungkuk ( Hanuraga) Anakku Soma Kenapa engkau ada disini, Dimana saudaramu Dipa.Soma kepakisan Melihat kehadiran gurunya yang memang sedang dicarinya Merasa sangat senang,lalu segera ia berlutut menyentuh kaki gurunya Yang dinamakan “ Pada Sewanam” sebagai tradisi perguruan. Guru hamba sedang menuju Watukaru mencari Guru,sedangkan Dipa Mengabdikan ilmunya di Wilwantikta ( Kerajaan Majapahit). Soma , aku Baru saja akan pulang dari Pengembaraan sekarang sedang menuju Watukaru di barat sana.ngkau telah salah arah,Watu karu Ada disebelah barat sana.Guru aku akan ikut Guru ke Watukaru agar dapat melayani Guru serta menyempurnakan ilmu yang murid latih. Belum tiba saatnya Engkau datang ke Watukaru, Aku ingin engkau kembali ke Jawa Dwipa Untuk mengawasi dan membimbing Dipa agar tidak merusak Nama perguruan,bila perlu kau bantulah Dipa dalam mencapai cita-citanya aku melihat takdirnya mempersatukan seluruh Nusantara yang akan membuat dirinya dikenang disepanjang jaman serta Mengharumkan trah watukaru dikemudian hari. Soma Kepakisan Memanggil muridnya Wahai anakku Kebo Iwa kemarilah, anak yang berbadan tinggi besar segera datang mendekat dan berlutut dihadapannya.Wahai anakku Guru hanya sampai disini bisa membimbingmu,Guru harus segera pergi ke Tanah Jawa,yang berdiri disebelah ini adalah Guru dari Gurumu, Beliau adalah Kakek Gurumu, tanpa diminta Kebo Iwa segera “ Pada Sewanam” menyentuh Kaki Guru Ki Hanuraga. Ingat tugasmu ,memecahkan batu yang Ada di sungai ini, dan dirikanlah Pura sebagai ujian akhir. Kebo Iwa menjawab Dengan semangat ber api-api Jangan kawatir Guru, tugas yang guru berikan Dalam waktu tidak lama lagi segara pasti bisa aku wujudkan Ingat sesanti Perguruan yang aku ajarkan, jangan berbuat sembarangan yang dapat merusak nama baikmu,nama baik aku sebagai Gurumu Terlebih lagi jangan sampai karena perbuatanmu Merusak nama baik Perguruan. Jika perbuatanmu Sampai merusak perguruan Betapapun aku sayangnya kepadamu,aku tidak Dapat menyelamatkan nyawamu ,jika sampai utusan penegak hukum Pertapaan candra Parwata di watukaru turun menangkap,memunahkan ilmumu atau bahkan membunuhmu. Selanjutnya Guru Ki Hanuraga Mohon Guru berkenan mencapekkan diri menyempurnakan Ilmunya Kebo Iwa sepeninggal hamba melaksanakan Tugas suci yang Guru berikan………
    dari petikan parampara di atas, maka sebenarnya Kebo Iwa adalah murid Ki Soma Kepakisan dan dititipkan kepada Ki hanuraga yang merupakan Guru dari dari Ki soma Kepakisan …………… ( http://www.serulingdewatabali.com )

  12. bikin saja cerita yg benar jgn menyesatkan > krn kebo iwa itu nyata bukan cerita bung sy org blah batuh jd bertanya knp ada cerita baru badahulu ditabanan jgn ngarang dong > popularitasmu bkn spt ini > mau nulis cari prasastinya ke blahbatuh …………suksma bpk penulis .???????

    • Om Swastiastu….
      Kayaknya Blahbaru itu memang tanah kelahiran Kebo Iwa….saya masih meragukan tentang semua sumber cerita Kebo Iwa (Bali) yang telah perang dengan Gajah Madah (Majapahit),…..bisa Juga mereka itu sahabat.
      Karena kita selama 350 Thn telah di jajah Belanda , mungkin semua itu hanya rekayasa cerita yang di buat oleh belanda untuk memecah belah nusantara. mari kita renungkan bersama mohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Agung………..

      • Om Swastyastu,

        Wayan Menzano. keraguan itu bagus, itu tanda pembelajaran dimulai, silahkan terus mencari, hingga keraguan itu sirna. Menurut sejarah Bali tidak dijajah 350 tahun, karena Bali dijajah Belanda setelah Perang Puputan Kelungkung tahun 1908. Saat itulah Bali baru takluk dari Belanda, jadi kami orang Bali dijajah hanya 37 tahun, makanya semua tradisi dan kebudayaan Bali masih ajeg, tidak seperti daerah lain di Indonesia yang dijajah 350 tahun, demikian pula Philipina yang dijajah 300 tahun budaya aslinya lenyap, bahkan penamaannya juga mengikuti negara penjajah.

        Santih.

  13. jelas ada hubungannya :kebo iwa adalah anaknya karang buncing. siapa karangbuncing? adalahLeluhur kebo iwa . Buku babadPasek hal336-342 al sbb. arya kedimenurunkan kembar(laki+pr)= buncing,maka namanya Arya Karangbuncing lalu dikawinkan , tapi tak bisa punya anak,berdukun pada soroh pasek gaduh(keturunan Mpu Dangka,psalahsatu dari k7 putra mPuGniJaya.(MGPSSR). Istilahnya Karangbuncing medewasraya ke Pasek Gaduh. Lalu lahir Kebo Iwa.,tidak pernah kawin/punya anak. Lalu Keturunan Pasek Gaduh yang mewarisi rajabrananya Kebo Iwa,termasuk nyungsung dobel:Pr Karangbuncing+Pr Pasek Gaduh. SAMPAI SEKARANG ada yang nyungsung salah satu, ada yang kedua2nya.Sekali lagi baca HAL 336-342 buku Babad Pasek Guru Subandi OK

  14. jelas ada hubungannya :kebo iwa adalah anaknya karang buncing. siapa karangbuncing? adalahLeluhur kebo iwa . Buku babadPasek hal336-342 al sbb. arya kedimenurunkan kembar(laki+pr)= buncing,maka namanya Arya Karangbuncing lalu dikawinkan , tapi tak bisa punya anak,berdukun pada soroh pasek gaduh(keturunan Mpu Dangka,psalahsatu dari k7 putra mPuGniJaya.(MGPSSR). Istilahnya Karangbuncing medewasraya ke Pasek Gaduh. Lalu lahir Kebo Iwa.,tidak pernah kawin/punya anak. Lalu Keturunan Pasek Gaduh yang mewarisi rajabrananya Kebo Iwa,termasuk nyungsung dobel:Pr Karangbuncing+Pr Pasek Gaduh. SAMPAI SEKARANG ada yang nyungsung salah satu, ada yang kedua2nya.Sekali lagi baca HAL 336-342 buku Babad Pasek Guru Subandi OK

    Hubungi Sri Mpu Dangka Ramana Putradengan namawalaka/asli: Prof ir Ktut Rika , bilang dari saya infonya

  15. saya bangga dengan tulisan ttg kebo iwa,menurut saya ,kebo iwa adalah tokoh kebenaran susatya/kebenaran spiritual.bukankah kejadian lumpur lapindo di sidoarjo,kutukan kebo iwa terhadap gajah mada,tempat beliau di bunuh dengan tipu muslihat,tempat dibunuhnya disebut tanah terik,pernahkah kita mengenang kebenaran dan keagungan beliau? mari kita renungkan! siapa lagi pewaris ajaran susatya itu? matur suksma

    • Om Swastyastu,

      Suksma Pak Made sampun ledang mampir,
      Semoga kita bisa meneladani sifat baiknya Kebo Iwa, ketulusan hatinya dan keberaniannya.

      Santih
      MM

  16. Masalah desa Bedahulu ada di Tabanan, memang saya geleng kepala…. ini copy paste dari situs lainnya, situs sebelumnya juga mengutip sumber lainnya yang salah kaprah… Semoga ini bisa diperbaiki dimasa mendatang…..

Leave a Reply to SusiCancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *