Mengenal Agama Hindu edisi 15 Matematika Hindu

APAKAH BENAR BAHWA INDIA KUNO MENGEMBANGKAN SISTEM MATEMATIKA YANG SANGAT TINGGI?

Benar sekali. Bila aku mengatakan matematika Hindu atau matematika India, nama yang akan muncul dalam pikiranmu adalah nama Ramanujam (ahli matematika India abad 20 yang diakui dunia, pen), manusia yang mengetahui ketidak-terbatasan. Tapi percaya padaku, jauh sebelum Ramanujam, jauh sebelum orang Arab (orang Arab mengambil matematika Hindu ketika mereka menyerbu India pada tahun 712. Dari Arab ilmu ini kemudian menyebar ke Eropa Barat, pen), India telah memiliki pengetahuan besar mengenai matematika. Angka nol diciptakan oleh bangsa India kuno. Demikian juga sistem desimal. Matematika Hindu atau matematika India dikenal sebagai Sulwa Sutra,. Atau “tali dari sloka” (cord of verses). Ini berkaitan dengan pembangunan altar tempat pemujaan dan upacara korban. Formula dari Sulwa Sutra sifatnya empirik. Sesungguhnya, dikatakan bahwa Sulwa Sutra mungkin merupakan pengaruh di belakanag perkembangan kemudian dari geometri Yunani. Mari kujelaskan sekali lagi bahwa dari semua hal yang datang dari matematika India, angka nol adalah yang paling menonjol.

Aryabhata, yang hidup pada tahun 476 – 520 A.D, adalah ahli matematika Hindu pertama yang dikenal dunia. Risalah atau tulisannya mengenai subyek ini adalah karya Hindu yang pertama mengenai matematika murni, dan terdiri dari tiga-puluh-tiga sloka. Ia menjelaskan mengenai sebab-sebab gerhana matahari dan bulan. Dia memberikan peraturan (rule) untuk pemecahan sederhana dari persamaan sederhana lanjutan (simple intermediate equations) dan penetapan yang tepat mengenai nilai (accurate determination of value). Percaya tau tidak, Aryabhata menyatakan hubungan keliling sebuah lingkaran pada diameternya (relation of the circumperence of a circle to its diameter). *

Setelah Aryabhata, ahli matematika besar Hindu berikutnya adalah Brahma Gupta, yang hidup dari tahun 598 sampai 660 A.D. Karyanya dikenal sebagai Brahma-Siddhanta dan ini terdiri dari dalil dan peraturan (theorem and rules). Setelah Brahma Gupta, ahli matematika bessar berikutnya adalah Lalla yang dalam tahun 748 menulis buku tipis mengenai teori matematika. Mahawira, yang hidup dalam tahun 850 A.D, membahas persamaan kwadrat (quadratic equations).

Informasi yang amat berharga mengenai matematika Hindu terdapat dalam manuskrip/prasasti Bakshali yang ditemukan di India Utara pada tahun 1881. Dalam manuskrip ini, sebuah tanda tambah kecil dipergunakan untuk mewakili jumlah negatif dan nol diwakili oleh sebuah titik.

Seorang ahli matematika belakangan menjadi termashur adalah Bhaskara, yang hidup dari tahun 1114 sampai 1160 A.D. Dia adalah pengarang dari Bija-Ganita, satu karya mengenai matematika, Siddhanta-Siromani mengenai astronomi, dan Lilawati mengenai aljabar. Percaya atau tidak, dalam komputasinya mengenai ukuran dari atom hidrogen ia menggunakan kalkulus diferensial.

www.hindu-indonesia.com

2 Comments

  1. Matematikawan Hindu yang pernah saya tahu adalah Brahma Gupta, kalau ga salah di bidang geometri, lewat teorema brahmagupta berkaitan dengan sifat segitiga.
    Saya berkeyakinan bahwa sebelumnya pasti ada ilmuan2 lainnya. Karena Hindu merupakan peradaban tertua di dunia. Sejarah biasanya dibuat oleh penguasa, karena jaman hindu telah berlalu, makanya segala nilai kearifan yang dicomot dari hindu diklaim oleh yang lain.
    Satyam Eva Jayate !!!

  2. Ya Suarsana Benar, Bahwa Hindu merupakan peradaban Tertua Hindu di Dunia, Pada tahun 700 sm telah berdiri sebuah universitas terbesar pertama di dunia yang ada di Taksila, lebih dari 60 subject yang diajarkan, mahasiswanya dari seluruh dunia lbih dari 10500 mahasiswa belajar di sana.

    Pada Abad ke 4 Universitas Nalanda juga merupakan pusat peradaban, tidak heran jika hingga kini India telah mengoleksi banyak hadiah Noble, dalam berbagai bidang. Amartya Sen, (b-1933): 1998 – The Nobel Prize for Economics , Rabindranath Thagore dibidang sastra dengan Gitanjalinya,Sir C.V Raman Bidang Physic, Satyendranath Bose ahli fisika bersama Enstein menemukan statistik Enstein Bose, Sir Jagdish Chandra Bose, (1858 – 1937) penemu radio bukan marconi, Subramanyan Chandrasekhar, (1910-1995):1983 Nobel Laureate in Physics, Har Gobind Khorana, (b-1922 ):1968 – Nobel Laureate in Medicine for work on interpretation of the genetic code .

    Tambahan Informasi dan bacaan:

    In Siddhanta Siromani (Bhuvanakosam 6) Bhaskaracharya II described about gravity of earth about 400 years before Sir Isaac Newton. He also had some clear notions on differential calculus, and the Theory of Continued Fraction.

    Madhavacharya discovered Taylor series of Sine and Cosine function about 250 years before Taylor.

    Madhavacharya discovered Gregory Leibnitz series for the Inverse Tangent about 280 years before Gregory

    Madhavacharya discovered Leibnitz power series for pi about 300 years before Leibnitz.

    Bhaskaracharya calculated the time taken by the earth to orbit the sun hundreds of years before the astronomer Smart. Time taken by earth to orbit the sun: (5th century) 365.258756484 days

    Theory of Continued Fraction was discovered by Bhaskaracharya II.

    Indians discovered Arithmetic and Geometric progression. Arithmetic progression is explained in Yajurveda.

    Govindaswamin discovered Newton Gauss Interpolation formula about 1800 years before Newton.

    Vateswaracharya discovered Newton Gauss Backward Interpolation formula about 1000 years before Newton.

    Parameswaracharya discovered Lhuiler’s formula about 400 years before Lhuiler.

    Nilakanta discovered Newton’s Infinite Geometric Progression convergent series.

    Positive and Negative numbers and their calculations were explained first by Brahmagupta in his book Brahmasputa Siddhanta.

    Aryabhatta also propounded the Heliocentric theory of gravitation, thus predating Copernicus by almost one thousand years.

Leave a Reply to suarsanaCancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *