Sarasamuccaya Sloka 48

Om Swastyastu

Lagi pula perbuatan orang yang bodoh, senantiasa tetap berlaku menyalahi dharma, setelah ia lepas dari neraka, menitislah ia menjadi binatang, seperti biri-biri, kerbau dan lain sebagainya. Bila kelahirannya kemudian meningkat, ia menitis menjadi orang hina, sengsara, diaombang-ambingkan kesedihan dan kemurungan hati, dan tidak mengalami kesenangan. (Sarasamuccaya Sloka 48)

Maharsi Wararuci menjelaskan kepada prabu Janamejaya tentang akibat orang yang suka melakukan perbuatan yang menyalahi dharma (kebenaran), akan megalami penderitaan, baik pada saat dikehidupan ini, maupun pada kehidupan-kehidupan berikutnya.

gurukulam

Setelah meninggal mereka akan sampai ke neraka loka, di neraka ada banyak sekali siksaan, misalnya berjalan di lapangan ilalang yang tajamnya seperti pisau, semakin banyak perbuatan jahatnya maka semakin besar rasa sakit yang dirasakan saat melewati lapangan rumput senjata ini, melewati kayu curiga (kayu yang berbuah dan berdaun berbagai macam senjata) setiap melangkah tubuh akan kejatuhan daun-daunnya tergantung karmanya di dunia ini. Selanjutnya masuk ke kawah candra dimuka yang panas, bau, dll (yang jelek-jelek deh).

Setelah beres masa menikmati karma buruknya di neraka loka, mereka kemudian menitis kembali, menjadi mahluk-mahluk rendahan, seperti: biri-biri atau kerbau yang nantinya disembelih untuk kehidupan manusia.

Kalopun nanti meningkat, lahir menjadi manusia yang menderita, hina.

Seperti apa perbuatan jahat itu…?

Tri Mala adalah tiga bentuk perilaku manusia yang sangat kotor.  Terdiri dari :

1.       Kasmala, yaitu perbuatan yang hina dan kotor

2.       Mada, yaitu perkataan pembicaraan yang dusta dan kotor.

3.       Moha, yaitu pikiran, perasaan, yang curang dan angkuh.

Catur Pataka adalah empat tingkatan dosa sesuai dengan jenis karma yang menjadi sumbernya yang dilakukan oleh manusia yaitu Pataka, Upa Pataka, Maha Pataka dan Ati Pataka. Setiap bagian Pataka ini memiliki beberapa pokok-pokok ajaran yaitu:

1. Pataka terdiri dari:

  • Brunaha (menggugurkan bayi dalam kandungan),
  • Purusaghna (menyakiti orang),
  • Kaniya Cora (mencuri perempuan pingitan),
  • Agrayajaka (bersuami istri melewati kakak), dan
  • Ajnatasamwatsarika (bercocok tanam tanpa masanya).

2. Upa Pataka terdiri dari:

  • Gowadha (membunuh sapi),
  • Jawatiwadha (membunuh gadis),
  • Balawadha (membunuh anak),
  • Agaradaha (membakar rumah/ merampok).

3. Maha Pataka terdiri dari:

  • Brahmanawadha (membunuh oarang suci/ pendeta),
  • Surapana (meminum alkohol/ mabuk),
  • Swarna stya (mencuri emas),
  • Kanyawighna (memperkosa gadis), dan
  • Guruwadha (membunuh guru).

4. Ati Pataka terdiri dari:

  • Swaputribhajana (memperkosa saudara perempuan),
  • Matrabhajana (memperkosa ibu),
  • Linggagrahana (merusak tempat suci).

Panca Bahya Stuti dan Panca Wiparyaya

Panca Bahya Stuti adalah lima kemegahan (kepuasan) yang bersifat duniawi dan lahiriah semata-mata, yaitu:

1.       Aryana artinya senang mengumpulkan harta kekayaan tanpa menghitung baik buruk dan dosa yang ditempuhnya.

2.       Raksasa artinya melindungi harta dengan jalan segala macam upaya.

3.       Ksaya artinya takut akan berkurangnya harta benda dan kesenangannya sehingga sifatnya sering menjadi kikir.

4.       Sangga artinya doyan mencari kekasih dan melakukan hubungan seksuil.

5.       Hingsa artinya doyan membunuh dan menyakiti hati makhluk lain.

Panca Wiparyaya adalah lima macam kesalahan yang sering dilakukan manusia tanpa disadari, sehingga akibatnya menimbulkan kesengsaraan, yaitu :

1.       Tamah artinya selalu mengharap-harapkan mendapat kenikmatan lahiriah

2.       Moha artinya selalu mengharap-harapkan agar dapat kekuasaan dan kesaktian bathiniah.

3.       Maha Moha artinya selalu mengharap-harapkan agar dapat menguasai kenikmatan seperti yang tersebut dalam Tamah dan Moha.

4.      Tamisra artinya selalu berharap ingin mendapatkan kesenangan akhirat.

5.      Anda Tamisra artinya sangat berduka dengan sesuatu yang telah hilang.

SAD RIPU dan SAD ATATAYI

Sad Ripu adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat manusia itu sendiri, yaitu:

1.       Kama artinya sifat penuh nafsu indriya.

2.       Lobha artinya sifat loba dan serakah.

3.       Krodha artinya sifat kejam dan pemarah.

4.       Mada artinya sifat mabuk dan kegila-gilaan.

5.       Moha artinya sifat bingung dan angkuh.

6.       Matsarya adalah sifat dengki dan iri hati.

Sad Atatayi berasal dari bahasa Jawa kuno (Kawi), terdiri dari dua kata yaitu : “Sad” artinya enam, dan “Atatayi” artinya kejahatan. Jadi sad atatayi artinya enam kejahatan yang dilarang Agama Hindu yaitu :

1.       Agnida: membakar rumah atau milik orang lain, meledakkan bom, termasuk membakar dalam arti kias yaitu memarahi orang sehingga orang itu merasa malu dan terhina.

2.       Wisada: meracuni orang atau mahluk lain.

3.       Atharwa: menggunakan ilmu hitam (black magic) untuk menyengsarakan orang lain.

4.       Sastraghna: mengamuk atau membunuh tanpa tujuan tertentu karena marah.

5.      Dratikrama: memperkosa, pelecehan sex.

6.      Rajapisuna: memfitnah

SAPTA TIMIRA

Sapta Timira adalah tujuh macam kegelapan pikiran, yaitu :

1.       Surupa artinya gelap atau mabuk karena ketampanan.

2.       Dhana artinya gelap atau mabuk karena kekayaan.

3.       Guna artinya gelap atau mabuk karena kepandaian.

4.       Kulina artinya gelap atau mabuk karena keturunan.

5.       Yowana artinya gelap atau mabuk karena keremajaan.

6.      Kasuran artinya gelap atau mabuk karena kemenangan.

7.      Sura artinya mabuk karena minuman keras

DASA MALA

Dasa Mala adalah sepuluh macam sifat yang kotor. Sifat-sifat ini terdiri dari

1.       Tandri adalah orang sakit-sakitan.

2.       Kleda artinya orang yang berputus asa.

3.       Leja artinya orang yang tamak dan sombong.

4.       Kuhaka adalah oang yang pemarah, congkak dan sombong.

5.       Metraya adalah orang yang pandai berolok-olok supaya dapat mempengaruhi teman atau seseorang.

6.       Megata adalah orang yang bersifat lain di mulut dan lain di hati.

7.       Ragastri adalah orang yang bermata keranjang.

8.       Kutila adalah orang penipu dan plintat plintut.

9.      Baksa Bhuwana adalah orang yang suka menyiksa dan menyakiti sesama makhluk.

10.  Kimbura artinya orang pendengki dan iri hati.

Untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan baik di dunia ini maupun pada kehidupan selanjutnya maka hindarilah melakukan perbuatan-perbuatan yang menyalahi Dharma.

Om Santi Santi Santi Om

5 Comments

  1. Suksma Nyoman,

    Semoga kita semua mencapai pencerahan, galang apadang..
    dalam menjalani kehidupan di maya pada ini.

    Salam Sukses

    Made M.
    (Abu Dhabi)

    • Om Swastyastu,

      Sami-sami Pak Budi, demogi irage sareng sami setata memangguh kegalangan manah lan kekuatan untuk mengalahkan sadripu/nafsu, sehingga mampu mengimplementasikan ajaran agama nan luhur dalam setiap gerak pikiran, perkataan dan perbuatan.

      Om Santih Santih Santih

Leave a Reply to budi susilaCancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *